🪆 Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili

Ayahnyatermasuk semasa dengan Syaikh Abu al-Hasan al-Syadili -pendiri Thariqah al-Syadziliyyah-sebagaimana diceritakan Ibnu Atho' dalam kitabnya "Lathoiful Minan " : "Ayahku bercerita kepadaku, suatu ketika aku menghadap Syaikh Abu al-Hasan al-Syadzili, lalu aku mendengar beliau mengatakan: "Demi Allah kalian telah menanyai aku Bukuditangan pembaca ini, menduduki posisi sangat tinggi dalam literature Sufi, yang berkenaan dengan dimensi-dimensi ruhani mistisisme, dan menyajikan sebuah pembahasan mendetil tentang kemampuan-kemampuan tersembunyi manusia, yang memancarkan cahaya yang luas terhadap persoalan-persoalan intuisi ekstatis dan penyingkapan mistis. Merekaselalu sibuk dengan berdzikir kepada Alloh, dari pada atau dan mereka meninggalkan banyak meminta minta PerjalananKeilmuan. Awalnya, Imam Abu Hasan asy-Syadzili mengambil sanad ilmu tasawuf kepada Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Harazim (w. 633 H) di negara Maroko. Dari guru pertamanya inilah, Imam Abu Hasan asy-Syadzili mendapatkan pengesahan sebagai pengikut ajaran tasawuf. Kemudian, Imam Abu Hasan asy-Syadzili berkelana ke negara Tunisia. Begitujuga, Syekh Izzuddin ibn Abdussalam berkata, "Aku tidak mengetahui Islam sempurna kecuali setelah aku bergabung dengan Syekh Abu Hasan Asy Syadzili". Abdul Wahab Asy Sya'rani berkata, "Apabila kedua ulama besar ini, yakni al-Ghazali dan Syekh Izzuddin ibn Abdussalam, padahal keduanya adalah orang yang memiliki ilmu pengetahuan SyekhAbu al-Hasan dilahirkan di negara Maroko tahun 593 H di desa yang ber nama Ghimaroh di dekat kota Sabtah (dekat kota Thonjah sekarang). sebagaimana kata-kata mutiara Imam Syafi'I, dalam ujian, orang akan terhina atau bertambah mulia. Dan nyatanya bukan kehinaan yang menimpa wali besar. Kemuliaan, keharuman nama justru semakin semerbak Berikutkisah selengkapnya yang dikutip dari kitab ta'rifil ahya' bifadhailil ihya': "Dikisahkan bahwa Abul Hasan Ali bin Harzahim al-Faqih adaah orang yang sangat mengingkari kitab ihya' ulumiddin. Saat itu dia adalah orang yang sangat ditaati dan didengarkan kata-katanya oleh masyarakat luas. Adapunpendiri pertama Syadziliyah adalah Syekh Abu Hasan Ali Asy-Syadzili seorang Maroko yang kemudian menetap di Iskandariah Mesir dan wafat pada 1258 M. Download Terjemah Kitab Al Hikam Bahasa Indonesia Pdf Terjemahan Kitab Al Hikam Lengkap Pdf kitab al hikam lengkap pdf karya Ibnu Athaillah As Sakandari-salah satu kitab tasawwuf yang Penyairmistik Sufi Jami bercerita tentang seorang pencari yang pergi untuk meminta nasihat bijak untuk panduan tentang cara Sufi. Sang Bijak menasihati, "jika Kau belum pernah dilalui jalan cinta, pergi dan jatuh cinta;. Kemudian kembali dan melihat kami" Sufi kuno tahu, kebenaran rahasia kuno bahwa 'ciptaan terbuat dari Cinta'. Rahasia mengapa bunga berwarna tints, dan mengapa ada 2nhFpF. Syekh Abu Hasan Syadzili adalah seorang sufi terkenal dari Maroko yang dikenal dengan sebutan Syekh Abu Hasan al-Syadzili. Beliau lahir pada tahun 1196 di wilayah Syadzil di Maroko dan meninggal pada tahun 1258 di Mesir. Beliau dikenal sebagai seorang guru spiritual dan memiliki banyak pengikut di seluruh dunia. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Kesadaran Diri “Kesadaran diri adalah kunci untuk memahami hakikat keberadaan kita di dunia ini.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk selalu mengingat diri kita dalam setiap tindakan yang kita lakukan, karena itu adalah kunci untuk memahami hakikat keberadaan kita di dunia ini. Ketika kita menyadari diri kita, kita dapat memahami tujuan hidup kita dan bagaimana kita dapat mencapainya dengan cara yang benar. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Kasih Sayang “Kasih sayang adalah cinta yang tulus dan mengalir dari hati.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk selalu memberikan kasih sayang kepada orang lain dengan tulus dan ikhlas dari hati. Ketika kita memberikan kasih sayang kepada orang lain, kita mengalirkan cinta yang bermanfaat bagi diri kita sendiri dan juga bagi orang lain. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Kesederhanaan “Kesederhanaan adalah kunci untuk kebahagiaan.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk hidup dengan sederhana dan tidak terlalu banyak mengharapkan hal-hal yang tidak perlu. Ketika kita hidup dengan sederhana, kita dapat menikmati hidup dengan lebih bahagia dan tenang. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Ketenangan “Ketenangan adalah pintu menuju kedamaian.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk mencari ketenangan dalam hidup kita, karena ketenangan adalah pintu menuju kedamaian. Ketika kita memiliki ketenangan dalam hati, kita dapat hidup dengan lebih tenang dan damai. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Kebenaran “Kebenaran adalah cahaya yang membimbing kita dalam kehidupan.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk selalu mencari kebenaran dalam hidup kita, karena kebenaran adalah cahaya yang membimbing kita dalam kehidupan. Ketika kita hidup berdasarkan kebenaran, kita dapat hidup dengan lebih jujur dan bertanggung jawab. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Kebahagiaan “Kebahagiaan adalah hak setiap manusia.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk mencari kebahagiaan dalam hidup kita, karena kebahagiaan adalah hak setiap manusia. Ketika kita hidup dengan bahagia, kita dapat memancarkan kebahagiaan kepada orang lain dan menciptakan lingkungan yang positif. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Keikhlasan “Keikhlasan adalah kunci untuk mencapai kemuliaan.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk selalu berbuat dengan ikhlas dan tidak mengharapkan apapun sebagai imbalannya, karena keikhlasan adalah kunci untuk mencapai kemuliaan. Ketika kita berbuat dengan ikhlas, kita dapat mencapai tujuan hidup kita dengan cara yang benar dan dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Kebijaksanaan “Kebijaksanaan adalah pilar yang menopang kehidupan kita.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk selalu berpikir dengan bijaksana dalam setiap tindakan yang kita lakukan, karena kebijaksanaan adalah pilar yang menopang kehidupan kita. Ketika kita berpikir dengan bijaksana, kita dapat menghindari kesalahan dan mencapai tujuan hidup kita dengan lebih mudah. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Kerendahan Hati “Kerendahan hati adalah kunci untuk mencapai kebesaran.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk hidup dengan rendah hati dan tidak sombong, karena kerendahan hati adalah kunci untuk mencapai kebesaran. Ketika kita hidup dengan rendah hati, kita dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain dan mencapai tujuan hidup kita dengan lebih mudah. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Ketulusan “Ketulusan adalah anugerah yang langka.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk selalu berbicara dan berbuat dengan tulus, karena ketulusan adalah anugerah yang langka. Ketika kita berbicara dan berbuat dengan tulus, kita dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain dan menciptakan lingkungan yang positif. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Keadilan “Keadilan adalah pondasi yang kokoh dalam kehidupan kita.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk selalu berbuat adil dalam setiap tindakan yang kita lakukan, karena keadilan adalah pondasi yang kokoh dalam kehidupan kita. Ketika kita berbuat adil, kita dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Kepedulian “Kepedulian adalah ungkapan cinta yang paling indah.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk selalu peduli dengan orang lain, karena kepedulian adalah ungkapan cinta yang paling indah. Ketika kita peduli dengan orang lain, kita dapat membangun hubungan yang baik dengan mereka dan menciptakan lingkungan yang positif. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Ketabahan “Ketabahan adalah kunci untuk menghadapi cobaan hidup.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk selalu tabah dalam menghadapi cobaan hidup, karena ketabahan adalah kunci untuk menghadapi cobaan hidup. Ketika kita tabah, kita dapat mencapai tujuan hidup kita meskipun dihadapkan pada kesulitan dan rintangan. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Keseimbangan “Keseimbangan adalah kunci untuk hidup yang sehat dan bahagia.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk mencari keseimbangan dalam hidup kita, karena keseimbangan adalah kunci untuk hidup yang sehat dan bahagia. Ketika kita hidup dalam keseimbangan, kita dapat mencapai tujuan hidup kita dengan lebih mudah dan menjaga kesehatan tubuh dan pikiran kita. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Ketidakpastian “Ketidakpastian adalah ujian yang harus kita hadapi dalam hidup.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk selalu siap menghadapi ketidakpastian dalam hidup kita, karena ketidakpastian adalah ujian yang harus kita hadapi. Ketika kita siap menghadapi ketidakpastian, kita dapat mencapai tujuan hidup kita dengan lebih mudah dan menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Kepatuhan “Kepatuhan adalah kunci untuk mencapai kedamaian hati.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk selalu patuh pada perintah Allah dan Rasul-Nya, karena kepatuhan adalah kunci untuk mencapai kedamaian hati. Ketika kita patuh, kita dapat hidup dengan lebih tenang dan damai, serta meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Ketaatan “Ketaatan adalah jalan menuju kebahagiaan abadi.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk selalu taat pada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, karena ketaatan adalah jalan menuju kebahagiaan abadi. Ketika kita taat pada Allah, kita dapat meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat serta mendapatkan rahmat dan ridha-Nya. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Kekuatan “Kekuatan sejati berasal dari hati yang tulus.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk mencari kekuatan sejati dalam hati yang tulus, karena kekuatan sejati berasal dari hati yang tulus. Ketika hati kita tulus, kita dapat mencapai kekuatan yang tak terhingga dan dapat menghadapi segala tantangan hidup dengan lebih mudah. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Kebesaran Allah “Kebesaran Allah melampaui segala-galanya.” Kata-kata tersebut mengajarkan kita untuk selalu mengingat kebesaran Allah yang melampaui segala-galanya, karena kebesaran Allah adalah sumber kekuatan dan ketenangan dalam hidup kita. Ketika kita mengingat kebesaran Allah, kita dapat hidup dengan lebih tenang dan percaya diri dalam menghadapi segala tantangan hidup. Kata Mutiara Syekh Abu Hasan Syadzili tentang Kehidupan 2020-08-08 Selamat datang di KLIK KATA, sebuah media online yang banyak menyajikan berbagai macam tema kata bijak, kata mutiara, inspirasi, nasehat, quotes, dan sejenisnya. Postingan yang anda cari ini, sangat cocok untuk dijadikan status wa, caption instagram, status facebook, tweet twitter, dan status media sosial lainnya. Selamat membaca dan selamat berbagi manfaat jika anda membagikannya …. Kata Kata Mutiara IslamiSyekh Abdul Qodir Al Jaelani BACA KATA MUTIARA ULAMA NUJangan mudah bersumpah atas nama Allah, baik dalam keadaan benar maupun salah. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Jauhilah berbohong baik dalam keadaan bergurau atau serius. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Menepati janji. Hal ini sebagai tali erat untuk menjaga keharmonisan antar umat manusia. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Jangan melaknat makhluk Allah. Kata-kata kutukan hanya akan menjadikan hubungan antar sesama manusia semakin renggang. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Janganlah mendoakan jelek pada orang lain meski ia telah berbuat jelek kepada kita. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Jangan menjadi saksi orang Islam untuk gemar memberi vonis sesat dan syirik kepada orang lain. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Jauhkan pandangan dari maksiat, supaya cepat jiwa diangkat oleh Allah. Anggota tubuh menjadi jinak dalam melakukan ketaatan. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Jauhailah bersandar kepada makhluk dalam hajat sekala kecil maupun besar. Hal Ini merupakan kemualiaan orang yang bertakwa kepada Allah. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Jangan rakus kepada hal yg dimiliki orang lain. Berjiwa besarlah untuk kecukupan yg murni, dengan demikian datanglah wara’. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Tawadhu' lahir dan batin, di situlah posisi hamba menjadi naik, dan akan menjangkau keluhuran. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Kata Kata Bijak IslamiSyekh Abul Hasan Asy Syadzili Jika Kasyaf bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunah, tinggalkanlah Kasyaf dan berpeganglah pada Al Qur’an dan Sunah. Katakan pada dirimu Sesungguhnya Allah SWTmenjamin keselamatan saya dalam kitabnya dan sunah Rasulnya dari kesalahan, bukan dari Kasyaf, Ilham, maupun Musyahadah sebelum mencari kebenarannya dalam Al Qur’an dan Sunah terlebih dahulu. - Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Kembalilah dari menentang Allah SWT, maka engkau menjadi Ahli Tauhid. Berbuatlah sesuai dengan rukun-rukun Syara’, maka engkau menjadi Ahli Sunah. Gabungkanlah keduanya, maka engkau menuju kesejatian. - Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Jika engkau menginginkan bagian dari anugerah para wali, berpalinglah dari manusia kecuali dia menunjukkanmu kepada Allah SWT dengan cara yang benar dan tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunah. - Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Ketuklah pintu zikir dengan hasrat dan sikap sangat membutuhkan kepada Allah swt melalui kontemplasi, menjauhkan diri segala hal selain Allah swt. Lakukanlah dengan menjaga rahasia batin, agar jauh dari bisikan nafsu dalam seluruh nafas dan jiwa, sehingga kalian memilki kekayaan rohani. Tuntaskan lisanmu dengan berzikir, hatimu untuk tafakur dan tubuhmu untuk menuruti perintah-Nya. Dengan demikian kalian bisa tergolong orang-orang saleh. - Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Manakala zikir terasa berat di lisanmu, sementara pintu kontemplasi tertutup, ketahuilah bahwa hal itu semata-mata karena dosa-dosamu atau kemunafikan dalam hatimu. Tak ada jalan bagimu kecuali bertobat, memperbaiki diri, hanya menggantungkan diri kepada Allah swt dan ikhlas beragama. - Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Guruku adalah Syekh Abdus Salam Ibnu Masyisy, akan tetapi sekarang aku sudah menyelami dan minum sepuluh lautan ilmu. Lima dari bumi yaitu dari Rasululah saw, Abu Bakar Umar bin Khattab Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib dan lima dari langit yaitu dari malaikat Jibril, Mika’il, Isrofil, Izro’il dan ruh yang agung. - Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Tidak ada dosa yang lebih besar dari dua perkara ini pertama, senang dunia dan memilih dunia mengalahkan akherat. Kedua, ridha menetapi kebodohan tidak mau meningkatkan ilmunya. - Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Sebab-sebab sempit dan susah fikiran itu ada tiga pertama, karena biaya dosa dan untuk mengatasinya dengan bertaubat dan beristiqhfar. Kedua, karena kehilangan dunia, maka kembalikanlah kepada Allah swt. sadarlah itu bukan kepunyaanmu dan hanya titipan dan akan ditarik kembali oleh Allah swt. Ketiga, disakiti orang lain, kalau karena dianiaya oleh orang lain maka bersabarlah dan sadarlah semua itu yang membikin Allah swt. untuk mengujimu - Syekh Abul Hasan Asy SyadziliMutiara Nasehat IslamiSayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Kunci Segala Rahasia Bersumber Pada Bacaan Shalawat Kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Orang Yang Melakukan Bid'ah Dikhawatirkan Mati Dalam Keadaan Su'ul Khotimah. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Seharusnya Seorang Santri Mempunyai Bacaan Wirid Untuk Menjaga Dirinya Dari Kesesatan. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Aku Marah Terhadap Murid Yang Tidak Sopan Ketika Membaca Wirid, Lebih-lebih Ketika Membaca Al-Quran. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Sedikit Tapi Mantap Itu Lebih Baik Daripada Banyak Tapi Ngawur. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Seseorang Yang Memiliki Cakrawala Keilmuan Yang Luas, Ia Tidak Akan Protes Terhadap Orang Lain. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Ilmu Tidak Akan Berkumpul Dengan Sifat Sombong Di Dalam Satu Dada. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Barang Siapa Yang Merasa Sudah Sampai, Berarti Ia Telah Merusak Permulaannya. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Bersungguh-sungguhlah Dalam Berkhidmah Kepada Pemuka Agama. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Sebaik-baiknya Perbuatan Adalah Memenuhi Kebutuhan Orang Lain. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Kebanyakan Urusanku Telah Terprogramdan Terencana Dengan Rapi, Tetapi Aku Tidak Mau Diatur Oleh Program Itu. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Masyarakat Jawa [Indonesia] Adalah Masyarakat Yang Berakhlak Baik dan Pemurah. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Sifat Zuhud Bukan Terletak Pada Pakaian Dan Penampilan, Tetapi Terletak Di Sini [Yakni Hati]. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Keistimewaan Tidak Memberikan Arti Keutamaan. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Waspada Terhadap Pemikiran Jumud [Kaku] Dari Madzhab-madzhab Perusak. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Menjadi Seorang Guru Bukan Dengan Warisan, Akan Tetapi Dengan Belajar Dan Menuntut Ilmu. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Seharusnya Seorang Santri Banyak Beribadah Untuk Menjaganya Dari Maksiat Dan Menguatkan Hafalannya. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Jadikanlah Shalawat Kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Senantiasa Berada Di Antara Kamu dan Munajatmu. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Karena Satu Orang Maka Seribu Orang Dimuliakan. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Dalam Perjalananku, Aku Selalu Membawa Kitab, Demi Mengikuti Jejak Ayahanda. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Jangan Ikut Campur Dalam Urusan Politik, Engkau Lebih Mengerti Situasi Daerahmu. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Amar Ma'ruf Nahi Mungkar Harus Dilakukan Dengan Sikap Bijak, Lembut Dan Bertahap. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Kehidupan Yang Indah Adalah Jika Bisa Membantu Seseorang Dalam Beribadah Dan Melakukan Ketaatan. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Aku Tidak Pernah Bosan Untuk Menyebarkan Ilmu, Walaupun Kepada Satu Orang. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Orang Yang Tidak Bisa Memanfaatkan Kemuliaan Waktu Dan Tempat, SungguhIah Amat Merugi. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Akhlak Lebih Didahulukan Daripada Ilmu. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Kalian Harus Melanggengkan Bacaan Wirid, Sebab Wirid Dapat Menjadi tameng dan Perisai Diri. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Kebiasaan Orang Mulia, Adalah Semulia-mulianya Kebiasaan. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Siapa Saja Yang Memiliki Kitab Wiridku, Berarti Ia Telah Mendapatkan Ijazah. Ijazah Ini Bukan Dariku, tetapi Langsung Dari Para Pengarang Wirid-wirid tersebut. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Surga Itu Tidak Gratis, Belilah Surga Itu Dengan Hartamu, Amalmu, Dan Dengan Tenagamu. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Sesuatu Yang Tidak Kamu Ketahui, Maka Jangan Sekali-kali Kamu Menyentuhnya [mengerjakannya]. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Ilmu Mudah Didapatkan, Tetapi Melayani [Khidmah] Kepada Ulama Susah Didapatkan. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani 01. Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzily “Barangsiapa memutuskan diri utk tidak mengurus dirinya dan melimpah kan urusannya pada Allah; memutuskan pilihannya hanya pada pilihan Allah; memutuskan pandangannya hanya memandang Allah; memutuskan kebaikannya hanya pada ilmu Allah disbbkan oleh disiplin kepatuhan, redha, kepasrahan dan tawakalnya pd Allah, maka Allah benar2 menganugerahkan kebaikan nurani hati, yg juga disertai dgn zikir, tafakkur dan hal-hal lain yg sgt istimewa.” 02. Syeikh Abu Hasan Asy Syadzili Tenanglah di bawah perjalanan takdir, kerana takdir adalah awan yang berjalan... 03. Asy Syadzili Tidak akan sempurna orang berilmu pada Maqam Ilmu sehingga dia diuji dengan 4 ujian, pertama cacian para musuh, kedua hinaan dan tantangan kerabat dekat yang menyalahkan. Ketiga tikaman dari orang orang bodoh dan keemppat iri dengki dari Ulama Suu' lain. 04. Syaikh Abul Hassan As Syadzili Aku pernah bermimpi melihat Abu Bakar ash-Shiddiq, lalu beliau berkata padaku “Tahukah engkau apa tanda keluarnya cinta duniawi dari dalam kalbu?” Aku bertanya “Apa itu?” Beliau menjawab “Meninggalkannya ketika ada, dan merasa ringan ketika dunia tak ada.” 05. Syeikh Abul Hassan As Syadzili “Kamu harus zuhud terhadap dunia dan bertawakal kepada Allah kerana zuhud adalah pangkal dalam amal-amal dan tawakal adalah pokok puncak dalam ahwal. Tegakkan kesaksian dengan Allah dan berpeganglah kepada-Nya dalam ucapan, perbuatan, akhlak, dan ahwal. Siapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka dia sungguh telah diberi petunjuk ke jalan yang lurus. Jauhilah keraguan, kesyirikan, ketamakan, dan sikap protes terhadap Allah sedikit pun. Dan, sembahlah Allah di atas kedekatan yang agung, niscaya kamu akan dianugerahi cinta, pilihan, pengkhususan, dan kemenangan dari Allah. Dan, Allah menangani pemeliharaan orang-orang yang bertakwa,” 06. Syaikh Abu Hasan As Syadzili berkata, ketika dlm suatu perjalanan aku berkata “Wahai Tuhanku, bilakah aku dapat menjadi hamba yg banyak bersyukur kpdMu?” Kemudian beliau mendengar suara “Iaitu apb kamu berpendapat tidak ada org yg diberi nikmat oleh Allah kecuali hanya dirimu”. Krn belum tahu maksud ungkapan itu aku bertanya “Wahai Tuhanku, bagaimana aku mampu berpendapat seperti itu, padahal Engkau telah memberikan nikmat-Mu kpd Para Nabi, Ulama' dan Para Penguasa”. Suara itu berkata kpdku “Andaikata tidak ada Para Nabi, maka kamu tidak akan mendpt petunjuk, andaikata tidak ada Para Ulama', maka kamu tidak akan menjadi org yg taat dan andaikata tidak ada Para Penguasa, maka kamu tidak akan memperoleh keamanan. Ketahuilah, semua itu nikmat yg Aku berikan utkmu”. 07. Imam Syadzili ditanya tentang Warak, beliau menjawab “Warak adalah kenikmatan2 jalan ini Tasawwuf terhadap orang yang disegerakan warisannya dan ditunda pahalanya. Hingga WARA' berhujung pada mereka dengan cara mengambil hal dari Allah, tentang Allah, pengungkapan dengan Allah, amal kerana Allah dan dengan Allah di atas bukti yang jelas dan pandangan batin yang tajam. Mereka dalam kebanyakan waktu dan seluruh keadaan, tidak mengatur, tidak memilih, tidak berangkat, tidak bertafakur, tidak memandang, tidak menuturkan, tidak menggenggam, tidak berjalan, dan tidak bergerak kecuali dengan Allah dan kerana Allah Swt.” 08. Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzili berkata Orang yang berakal adalah orang yang dapat memahami apa yg diinginkan Allah swt dari-Nya. Dan yang diinginkan Allah swt dari hamba-Nya dalam memperoleh nikmat, bencana, melaksanakan ketaatan atau terjerumus dalam kemaksiatan ada 4 hal iaitu jika engkau memperoleh nikmat, maka Allah swt mengharuskanmu untuk bersyukur, jika kau ditimpa bencana, Allah swt memerintahmu mensyariatkan untuk bersabar, jika Allah swt memberimu taufik untuk taat, Allah swt memerintahkanmu untuk syuhudul minnah dan meyakini bahwa Allah swt lah yang memberikan taufik, dan jika kau bermaksiat, maka Allah swt mensyariatkanmu untuk bertobat dan beribabah kpdNya. Barangsiapa memahami tujuan 4 hal perlakuan Allah swt ini, maka ia dekat dengan hal-hal yang dicintai Allah swt dan dia adalah hamba sejati, sebagaimana sabda Rasulullah saw “Barangsiapa diuji dengan bencana kemudian bersabar, diberi nikmat kemudian bersyukur, berbuat zalim kemudian meminta maaf dan dizalimi kemudian memaafkan……” Rasulullah saw diam, Para Sahabat bertanya “Apa yang ia peroleh, wahai Rasulullah saw?” Rasulullah saw bersabda “Mereka itulah org2 yg memperoleh keselamatan dan merekalah org2 yg mendapat petunjuk”. 09. Sheikh Abu Hasan Asy-Syadzili “Masalah besar bagi manusia ada dua perkara. Pertama, cinta kpd dunia dan kedua, rela membiarkan diri di dlm kejahilan. Krn, cinta dunia itu tunggak dpd segala dosa besar. Sementara, membiarkan diri di dlm kejahilan adalah tunggak kpd segala kedurhakaan”. 10. CARILAH GURU MURSYID YANG KAMIL MUKAMIL. Syeikh Abul Hasan asy-Syadzili Rahimahullah Ta'ala mengatakan “Siapa yang menunjukkan dirimu kepada dunia, maka ia akan membinasakan dirimu. Siapa yang menunjukkan dirimu pada amal, ia akan memayahkan dirimu. Dan siapa yang menunjukkan dirimu kepada Allah maka ia akan menjadi pembimbingmu.” 11. Zuhud itu bukan berarti, seorang hamba yang tidak mempunyai apa-apa diatas dunia. Bahkan, dia tidak dimiliki oleh apa pon, melainkan hanya dimiliki Tuhannya. al-Imam Abu Hasan asy-Syazuli Rah. 12. Jika anda ingin mencapai apa yang telah diperoleh oleh para wali Allah, maka hendaklah anda meninggalkan semua manusia, kecuali orang-orang yang dapat menunjuk anda ke arah jalan menuju kepada Allah dengan isyarat yang betul dan amal perbuatan yang tidak menyalahi al-Quran dan Sunnah Rasul serta mengabaikan dunia sepenuhnya. Namun begitu, janganlah anda menjadi orang yang berpaling daripada dunia itu atas tujuan agar anda diberi sesuatu daripada dunia ini. Sebaliknya, hendaklah anda menjadi hamba Allah sahaja yang mengarahkan agar anda menjauhi musuh-Nya. Apabila anda telah dapat melakukan dua perkara berikut iaitu Mengabaikan dunia dan zuhud dalam kalangan manusia, maka tetaplah anda bersama Allah dengan muraqabah. Hendaklah anda sentiasa bertaubat dengan rasa kesedaran dan beristighfar dengan rasa inabah rasa benar-benar menyesal dan bertaubat kepada-Nya dan rasa rendah diri terhadap segala hukum dengan cara istiqomah. Syeikh Abul Hasan Ali asy-Syazali 13. Orang yang mencintai Allah adalah orang yang telah mengosongkan atau memfana'kan dirinya. Setelah dia merasa dirinya kosong, maka terasalah wujud adanya yang Haq itu. Tidak ada daya dan upaya baginya lagi. Tidaklah lagi terasa wujud dirinya, hanya yang wujud ialah Allah sahaja. Itulah yang dia rasa dan pandang dengan mata hatinya. Tok Pulau Manis Rah. Berkata Syeikh Abul Hasan as-Syazili Rah, “Apabila kamu telah benar-benar melihat Allah dengan mata iman dan yakinmu, bererti Dia mengayakanmu dengan dalil dan burhan. Tetapi jika kamu mengambil dalil ada-Nya atas segala makhluk, adakah lagi wujud yang lain selain Allah Tentu kamu tidak akan dapat melihatnya. Jika adapun tak dapat kamu akan melihat mereka seperti habuk di udara, jika kamu berusaha mencari mereka, kamu akan gagal dan tidak memperoleh apa-apa pun.” 14. Mahabbah cinta adalah Allah menarik hati hamba-Nya dari segala sesuatu selain Dia. Kerana itu, ia akan sentiasa tertarik untuk mentaati-Nya, akalnya dilindungi makrifat-Nya, ruhnya tertarik ke hadirat-Nya, dan sirr-nya sibuk menyaksikan-Nya. Ia meminta tambahan dan Allah memberinya. Ia memulai dengan sesuatu lebih indah daripada kenikmatan munajat sehingga diberi hiasan yang mendekatkannya kepada-Nya di atas hamparan qurbah. Ia mendapatkan berbagai hakikat dan pengetahuan. Kerana itu, ada ungkapan, 'Para wali Allah adalah pengantin. Mereka tidak bisa dilihat oleh penjahat”. Syeikh Abu al-Hasan 15. Di antara anugerah Allah yang paling berharga ialah redha dengan ketentuan Allah, sabar menerima cubaan, tawakal kepada-Nya ketika menghadapi kesulitan, serta kembali kepada-Nya saat ditimpa bencana. Syeikh Abu al-Hasan 16. “Kembalilah dari menentang Allah swt, maka engkau menjadi Ahli Tauhid. Berbuatlah sesuai dengan rukun-rukun Syara’, maka engkau menjadi Ahli Sunnah. Gabungkanlah keduanya, maka engkau menuju kesejatian.” Syeikh Abul Hassan Ali Asy Syadzili 17. Semua guru yang mengajar yang Allah itu ada akan tetapi carilah guru yang dapat memimpin kita kehadratNya. “Lawlaa murobbi maa 'araftu robbi” Tanpa Guruku, aku takkan mengenal Tuhanku. Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzili mengatakan “Siapa yang menunjukkan dirimu kepada dunia, maka ia akan menghancurkan dirimu. Siapa yang menunjukkan dirimu pada amal, ia akan memayahkan dirimu. Dan barangsiapa menunjukkan dirimu kepada Allah Swt. maka, ia pasti menjadi penasehatmu”. Firman Allah dalam Hadis Qudsi “Jadikanlah dirimu berserta Allah, jika engkau belum berserta Allah maka jadikanlah dirimu berserta dengan orang yang telah berserta Allah niscaya dialah yang membawamu kehadrat Allah.” 18. Makrifat adalah salah satu tujuan dari Tasawwuf yang dapat diperoleh dengan 2 jalan 1 Mawahib, iaitu Tuhan memberikannya tanpa usaha dan Dia memilihnya sendiri orang-orang yang akan diberi anugerah tersebut. 2 Makasib, iaitu makrifat akan dapat diperoleh melalui usaha keras seseorang, melalui ar-riyadhah, zikir, wudhu, puasa dan amal shalih lainnya. Syeikh Abul Hassan Ali Asy Syadzili 19. “Jika kamu ingin Allah bersama kamu, maka bebaskan ego kamu daripada kepandaian dan kekuatan kamu”. Shaykh Abul Hassan Ash Shadhili. 20. Imam Abul Hassan di beri kesempatan untuk memberikan syafaat untuk muridnya Imam asy-Syadzili suatu ketika bermimpi dicium bibirnya oleh Rasulullah Saw. Maka ia berkata "Wahai Rasulullah, kenapa kau mencium bibirku padahal ku banyak dosa?” Maka Rasulullah Saw. menjawab "Tidaklah aku mencium bibir seseorang kecuali kerana ia bershalawat padaku 1000 kali siang dan 1000 kali malam. Dan kau wahai Abul Hasan asy-Syadzili, akan menyafaati ribuan orang pendosa dari ummatku kelak di hari kiamat.” 21. Abul Hasan Asysyadzily “Larilah dari kebaikan bantuan org, melebihi dari larimu dari kejahatan org kpdmu. Sbb kebaikan org itu langsung membahayakan hatimu, sdg kejahatan mereka hanya membahaya kan jasmanimu, dan bahaya jasmani itu lebih ringan dari bahaya hati. Bahaya kebaikan org kpdmu, jika kamu menyukainya dan senang, maka akan membuatmu bersandar dan berharap kpd mereka”. 22. Syekh Abul Hasan Ali Asy-syadzili “Ketuklah pintu zikir dengan hasrat dan sikap sangat memerlukan kepada Allah swt melalui kontemplasi, menjauhkan diri segala hal selain Allah swt. Lakukanlah dengan menjaga rahasia batin, agar jauh dari bisikan nafsu dalam seluruh nafas dan jiwa, sehingga kalian memilki kekayaan rohani. Biasakan lisanmu dengan berzikir, hatimu untuk tafakur dan tubuhmu untuk menuruti perintah-Nya. Dgn demikian kalian bisa tergolong org2 Soleh.

kata mutiara syekh abu hasan syadzili